Klasifikasi Orang Berdasarkan kentut
ORANG YANG TIDAK JUJUR
Orang yang kalau kentut nyalahin orang lain
ORANG GOBLOK
Orang yang menahan kentutnya ber jam-jam
ORANG YANG BERWAWASAN LUAS
Orang yang tahu kapan harus kentut
ORANG SENGSARA
Orang yang mau kentut tapi nggak bisa
ORANG MISTERIUS
Orang yang kalo kentut, orang laen nggak tau
ORANG GUGUP
Orang yang tiba tiba menahan kentut nya saat kentut
ORANG PEDE
Orang yang ngira kalo kentutnya wangi
ORANG SADIS
Orang yang kalo abis kentut, kentutnya di kibaskan ke orang laen.
ORANG PEMALU
Orang yang kalo kentut nggak bunyi, tapi malu sendiri
ORANG STRATEGIS
Orang yang menyembunyikan kentutnya dengan tertawa terbahak-bahak
ORANG BEGO
Orang yang habis kentut, menghirup nafas untuk mengganti kentutnya yang keluar
ORANG PELIT
Orang yang kalo kentut dikit-dikit
ORANG SOMBONG
Orang yang sering mencium kentutnya sendiri
ORANG RAMAH
Orang yang senang mencium kentut orang lain
ORANG TIDAK SENANG BERGAUL
Orang yang kalo kentut sembunyi
ORANG AKUATIK
Orang yang suka kentut di dalam air
ORANG ATLETIS
Orang yang kalo kentut sambil mengeluarkan tenaga dalam
ORANG JUJUR
Orang yang ngaku kalo habis kentut
ORANG PINTER
Orang yang bisa menandakan bau kentut orang lain
ORANG SIAL
Orang lain yang kentut tapi selalu dia yang kena
ORANG MUSIK
Orang yang kentutnya berirama dangdut
ORANG INTERNET
Orang yang bunyi kentutnya seperti bunyi modem
ORANG JOROK
Orang yang kentutnya disertai ee’
ORANG TENGIL
Orang yang kentut sambil ngupil
ORANG KERAS KEPALA
Orang yang langsung membalas setelah di kentuti kerabat
ORANG AMIT
Orang yang sehabis kentut lalu memasang muka imut
ORANG GEDABLEK (BRENGSEK)
Orang yang mengentuti orang lain tepat di mukanya
Cinta Lagi..
CINTA itu tulus tanpa pamrih…
Datang dari Lubuk Hati yan Paling Dalam Dari Sebuah Nurani..
CiNTA itu bUkan Balas Budi Bukan JUga Belas Kasih..
Kejujuran Hati dan Perhatian yang datang begitu saja..
CiNTA akan terasa perih..
bila dianggap pamrih
dan dibalas dengan rasa belas kasih..
Hidup Ibarat Kaca
Hidup Ibarat Kaca
Kadang begitu Rapuh dan
Kadang begitu Angkuh
Bilapun ia Pecah berserakan
Itu bukanlah Ahir dari keindahan
Karena masih ada Harapan dalam
Perjalanan panjang Kehidupan
Kan ada yang Menyusunnya
Kembali Utuh…
Wanita…
Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah
Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan ternoda
Ia bagai permata keindahan
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
Ia sehalus sutra di awan
Jagalah hatinya dengan kesabaran
Lemah lembutlah kepadanya
Namun jangan terlalu memanjakannya
Tegurlah bila ia bersalah
Namun janganlah lukai hatinya
Bersabarlah bila menghadapinya
Terimalah ia dengan keikhlasan
Karena ia kaca yang berdebu
Semoga kau temukan dirinya
Cahayakan iman
CINTA ITU…
Mencintai bukanlah,
Bagaimana kamu melupakan melainkan bagaimana kamu memaafkan,
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan melainkan bagaimana kamu mengerti,
Bukanlah apa yang kamu lihat melainkan apa yang kamu rasa,
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu bertahan.
Cinta dimulai dengan senyuman,
tumbuh dengan ciuman dan berakhir dengan air mata
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan
walaupun mereka telah dikecewakan.
Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.
telpon gratis all provider
Tadi
malam, saya dapat ide untuk mencoba mengulik Handphone saya, untuk
menemukan cara-cara mengakali provider layanan selular yang kapitalis
itu. Dan tak diduga tak dinanya, SAYA BERHASIL!!!SAYA BERHASIL
MENEMUKAN CARA TELPON-TELPONAN GRATIS DENGAN PROVIDER MANAPUN!!!
Sebenarnya, saya sedikit enggan memberikan trik yang saya temukan ini,
masa saya kasih gratis?? Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, apalah
arti keberadaan saya di dunia ini jika untuk ilmu saja (bukan materi)
saya enggan berbagi…
Jadilah, saya coba menuliskan langkah-langkah sederhana yang saya
temukan tadi malam itu. Hanya pesan saya, tolong jangan sebarkan info
ini dengan sporadis. Kalo sampai ada pihak berwenang atau perusahaan
provides jasa selular yang mengetahuinya, saya takut
cara ini akan diblokir, dan gagal lah kita semua telpon-telponan gratis…
Saya ingatkan, tips ini dapat digunakan untuk semua nomer tujuan, bukan
hanya 1 provider tertentu. Dapat digunakan tanpa tergantung waktu.
Dapat dipakai siapa saja asal cukup melek teknologi.
Sudah lah, daripada saya berbore-bore ria ceramah, berikut langkah-langkahnya:
1. Pulsa minimal di HP anda harus Rp. 500 atau lebih
2. Pastikan nomer telpon lawan bicara anda nantinya sedang aktif
3. Pastikan anda mengetahui nomer HP lawan bicara anda tersebut
4. Catat 4 digit pertama dan 4 digit terakhir nomer telpon lawan bicara anda
5. Buka sms kosong di HP anda
6. Ketikkan nomer telpon tujuan anda
7. Langkah terakhir ketik sms dengan isi sebagai berikut
“Friend, Telpon gue sekarang, PENTING!!”
,,,,,dijamin pulsa anda ngga bakalan abis biar telpon berjam2![]()
Aku Menangis Untuk Adikku Enam Kali
Aku
dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi
hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka
menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda
dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana
semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima
puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera mengetahuinya. Beliau membuat
adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di
tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu?” tanyanya.
Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara.
Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.
Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”
Tongkat
panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu
marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau
kehabisan nafas.
Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata
kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal
memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu
layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”
Malam
itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh
dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di
pertengahan malam itu, aku mulai menangis meraung-raung.
Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku
masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian
untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut
masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa wajah
adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun dan
aku berusia 11.
Ketika
adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke
SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, aku diterima untuk masuk
ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman,
menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Aku mendengarnya berkeluh kesah, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…”
Ibu
mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya?
Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”
Saat
itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah,
saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak
buku.”
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.
“Mengapa
kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti
saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua
sampai selesai!”
Ayah kemudian keluar dan mengetuk setiap rumah di dusun untuk meminjam uang.
Aku
menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang
membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan
sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang
kemiskinan ini.”
Aku,
sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke
universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang,
adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan
sedikit kacang yang sudah mengering.
Dia
menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas
bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi
mencari kerja dan mengirimu uang.”
Aku
memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan
air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17
tahun. Aku 20.
Dengan
uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku
hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi,
aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).
Suatu
hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan
memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!”
Mengapa
ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat
adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir.
Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?”
Dia
menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan
mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan
menertawakanmu?”
Aku merasa
terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku mengibas debu-debu ditubuh
adikku semuanya, dan dengan tersekat-sekat kukatakan, “Aku tidak
perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah
adikku bagaimana pun penampilanmu…”
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu.
Ia
memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua
gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.”
Aku
tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam
pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali
pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah
diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku
menari seperti gadis kecil di depan ibuku.
“Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!”
Tetapi
katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk
membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia
terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.”
Aku masuk ke
dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, serasa
beratus-ratus jarum menusuk hatiku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada
lukanya dan membalut lukanya.
“Apakah itu sakit?” aku menanyakannya.
“Tidak,
tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi,
batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak
menghentikanku bekerja dan…”
Di
tengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya,
dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku
berusia 26.
Ketika
aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku
mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi
mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun,
mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa.
Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”
Suamiku
menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan
pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku
menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja
reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki
sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah
sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya.
Melihat
gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi
manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang
berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius.
Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”
Dengan tampang
yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak
ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan.
Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan
dikirimkan?”
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar
kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga
karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” jawab adikku seraya menggenggam keras tanganku.
Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu.
Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?”
Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”
Ia
melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak
dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang
berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk
pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu
dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia
hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di
rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin
sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, aku
bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik
kepadanya. “
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.
Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.”
Dan
dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan
perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
Diterjemahkan dari “I cried for my brother six times.”
Dari forward di mailing list
Coba tanya lu punya rasa..!!
Masih Bingung?? mungkin ini jawabnya…
Telapak tangan anda berkeringat, hati
anda deg-degan, suara anda nyangkut di
dalam tenggorokan anda? Hal itu
bukanlah cinta, tapi suka.
Apakah tangan anda tidak dapat berhenti
memegang dan menyentuhnya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi.
Apakah anda menginginkannya karena anda
tahu dia akan selalu di samping anda?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian.
Apakah anda masih bersama dia karena
semua orang menginginkannya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan.
Apakah anda bersedia untuk memberikan
semua yang anda suka untuk dia?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati.
Apakah anda mengatakan padanya bahwa
dia adalah satu satunya hal yang anda
pikirkan?
Bohong!!!
Apakah anda masih bersamanya karena
campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan
yang tidak dapat digambarkan kata-kata?
Itulah cinta…
Apakah anda masih menerima kesalahannya
karena hal itu adalah bagian dari
kepribadiannya?
Itulah cinta…
Apakah anda tertarik pada orang lain,
tapi masih bersamanya dengan setia?
Itulah cinta…
Apakah anda rela memberikan hati anda,
kehidupan anda, dan kematian anda?
Itulah cinta…
Apakah hati anda tercabik bila dia
sedang sedih?
Itulah cinta…
Apakah anda menangis untuk kepedihannya
biarpun dia cukup tegar?
Itulah cinta…
Cinta memang merupakan sesuatu yg
ABSURD and Unexplain. Tapi yg
terpenting, mencintailah karena itu
adalah sesuatu yang dianugerahkan oleh
Allah. Terimalah pasangan anda dgn
segala kekurangan dan kelebihannya.
Cinta itu harus saling memberi dan
menerima dgn segala keikhlasan hati
Seseorang yang cinta tidak akan
mengajak yang dicintai menuju lubang
kenistaan , tetapi ia akan mengajaknya
berjalan bersama menuju jannah.
met bergombal2 dah haha….
Angin | Comment (1)Teman adalah hadiah dari Tuhan buat kita.
Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek.
Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan,
atau kepribadian yang menarik.
Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang
biasa saja, atau malah menjengkelkan.Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau
ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu
berjam-jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa
bersama.. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya
sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak
merasakan cinta dalam hidupnya.
Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan,
dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll. Kita tidak suka
dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka.
Kita tidak tahu bahwa itu semua bukanlah karena mereka pada dasarnya
buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia
membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan
keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung
jiwanya.
Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang
yang terluka lututnya berlari bersama kita?
Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama?
Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan,
bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang
bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa “lutut” mereka luka atau
mereka takut air”, mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari
atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. (It’s a defense
mechanism) Itulah cara mereka mempertahankan diri.Mereka tidak akan bilang: Aku tidak bisa menari”
Mereka akan bilang: “Menari itu tidak menarik.”
Mereka tidak akan bilang: Aku membutuhkan kamu”
Mereka akan bilang:”Tidak ada yang cocok denganku.”Mereka tidak akan bilang: Aku kesepian”
Mereka akan bilang:”Teman-temanku sudah lulus semua”
Mereka tidak akan bilang: “Aku butuh diterima”
Mereka akan bilang:”Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan denganku..”
Mereka tidak akan bilang: “Aku ingin didengarkan”
Mereka akan bilang:”Kisah hidupku membosankan..”
Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek,
Entah isinya bagus atau jelek.
Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu
jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya
buat kita.Berikanlah makna di dlm kehidupan Anda bukan hanya untuk diri Anda
sendiri saja melainkan juga untuk membahagiakan sesama manusia di dlm
lingkungan kehidupan Anda.
Berikanlah waktu Anda dgn digabung oleh rasa kasih!
Untuk mengetahui nilainya waktu
SATU TAHUN tanyakanlah kepada mahasiswa
yg tidak lulus ujian.Untuk mengetahui nilainya waktu
SATU BULAN tanyakanlah kepada Ibu yg
melahirkan bayi secara premature.Untuk mengetahui nilainya waktu
SATU MINGGU tanyalah kepada redaksi dan
editor dari majalah minggguan.Untuk mengetahui nilainya waktu
SATU JAM tanyakanlah kepada seorang
kekasih yg sedang menunggu kedatangan pacarnya.
Untuk mengetahui nilainya waktu
SATU MENIT tanyakanlah kepada orang yg
terlambat untuk naik kereta api.
Untuk mengetahui nilainya waktu
SATU DETIK tanyakanlah kepada seorang yg
barusan saja mengalami musibah karena kelalaian dlm sedetik saja.Seorang sahabat sama seperti satu permata yg tak ternilai harganya.
Seorang kawan bisa membuat kita ceria, membuat kita terhibur.
Mereka meminjamkan kupingnya kepada kita pada saat kita membutuhkannya.
Mereka bersedia membuka hati maupun perasaannya untuk berbagi suka dan
duka dgn kita pada saat kita membutuhkannya.
Maka dari itu janganlah buang waktu yg Anda miliki, janganlah
menyia-nyiakan waktu yg sedemikian berharganya.
Bagikanlah sebagian dari waktu yg Anda miliki untuk seorang kawan yang
benar-benar mencintai Anda dan bukan yang mengambil keuntungan semata
Pasti waktu yg Anda berikan tsb akan berbalik kembali seperti juga satu
lingkaran walaupun terkadang kita tidak tahu dari mana dan dari siapa
datangnya.
Ingatlah akan kebaikan yang tulus dari sahabat maupun teman Anda dan
jangan tertipu oleh kebusukan yang terbungkus rapi oleh suatu kebaikan
yang tidak abadi.
http://roemahpoestaka.wordpress.com
Air | Comments (2)Catatan Kecil Tentang Cinta
Adalah RASA sakit yang kita cari.
Kenyataan yang tidak kita sadari.
Adalah keindahan yang kita dambakan.
Kenyataan yang sulit kita ramaikan.
Dan adalah pahit yang begitu manis,
Tangis yang puitis, Kenyataan yang magis.
Dan adalah eksploitasi hati dan jiwa
Kenyataan yang membuat hidup lebih bernyawa
Maka adalah Cinta, Terimakan dia
Sebab cinta selalu menerimakan RASA
Maka adalah Cinta, Adalah Bahagia
Daun | Comment (0)