Teman adalah hadiah dari Tuhan buat kita.

March 7th, 2008


Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek.
Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan,

atau kepribadian yang menarik.
Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang
biasa saja, atau malah menjengkelkan.
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau
ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu
berjam-jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa
bersama.. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya
sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak
merasakan cinta dalam hidupnya.
Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan,
dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll. Kita tidak suka
dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka.

Kita tidak tahu bahwa itu semua bukanlah karena mereka pada dasarnya
buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia
membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan
keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung
jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang

yang terluka lututnya berlari bersama kita?
Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama?
Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan,
bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang
bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa “lutut” mereka luka atau
mereka takut air”, mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari
atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. (It’s a defense
mechanism) Itulah cara mereka mempertahankan diri.
Mereka tidak akan bilang: Aku tidak bisa menari”
Mereka akan bilang: “Menari itu tidak menarik.”


Mereka tidak akan bilang: Aku membutuhkan kamu”
Mereka akan bilang:”Tidak ada yang cocok denganku.”
Mereka tidak akan bilang: Aku kesepian”
Mereka akan bilang:”Teman-temanku sudah lulus semua”

Mereka tidak akan bilang: “Aku butuh diterima”
Mereka akan bilang:”Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan denganku..”

Mereka tidak akan bilang: “Aku ingin didengarkan”
Mereka akan bilang:”Kisah hidupku membosankan..”

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek,

Entah isinya bagus atau jelek.
Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu
jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya
buat kita.
Berikanlah makna di dlm kehidupan Anda bukan hanya untuk diri Anda
sendiri saja melainkan juga untuk membahagiakan sesama manusia di dlm
lingkungan kehidupan Anda.

Berikanlah waktu Anda dgn digabung oleh rasa kasih!

Untuk mengetahui nilainya waktu

SATU TAHUN tanyakanlah kepada mahasiswa
yg tidak lulus ujian.
Untuk mengetahui nilainya waktu

SATU BULAN tanyakanlah kepada Ibu yg
melahirkan bayi secara premature.
Untuk mengetahui nilainya waktu

SATU MINGGU tanyalah kepada redaksi dan
editor dari majalah minggguan.
Untuk mengetahui nilainya waktu

SATU JAM tanyakanlah kepada seorang
kekasih yg sedang menunggu kedatangan pacarnya.


Untuk mengetahui nilainya waktu

SATU MENIT tanyakanlah kepada orang yg
terlambat untuk naik kereta api.


Untuk mengetahui nilainya waktu

SATU DETIK tanyakanlah kepada seorang yg
barusan saja mengalami musibah karena kelalaian dlm sedetik saja.
Seorang sahabat sama seperti satu permata yg tak ternilai harganya.
Seorang kawan bisa membuat kita ceria, membuat kita terhibur.
Mereka meminjamkan kupingnya kepada kita pada saat kita membutuhkannya.
Mereka bersedia membuka hati maupun perasaannya untuk berbagi suka dan
duka dgn kita pada saat kita membutuhkannya.

Maka dari itu janganlah buang waktu yg Anda miliki, janganlah
menyia-nyiakan waktu yg sedemikian berharganya.
Bagikanlah sebagian dari waktu yg Anda miliki untuk seorang kawan yang
benar-benar mencintai Anda dan bukan yang mengambil keuntungan semata

Pasti waktu yg Anda berikan tsb akan berbalik kembali seperti juga satu
lingkaran walaupun terkadang kita tidak tahu dari mana dan dari siapa
datangnya.

Ingatlah akan kebaikan yang tulus dari sahabat maupun teman Anda dan
jangan tertipu oleh kebusukan yang terbungkus rapi oleh suatu kebaikan
yang tidak abadi.

http://roemahpoestaka.wordpress.com




2 Responses to “Teman adalah hadiah dari Tuhan buat kita.”

  1.   mu_hajir on May 1, 2008 7:27 pm

    blog lo…menarik juga u/ gW baca….
    trnyata lo puitis jg ya….
    gW suka karya lo….

  2.   BØñyØK on June 27, 2008 7:00 am

    thx k :D

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind